Saturday, December 22, 2018

Refleksi Akhir Tahun 2018


Refleksi Akhir Tahun 201

Akhir tahun waktu yang pas buat refleksi diri. Ada suka dan duka mengiringi perjalanan selama setahun ini. Sukses bukan hanya buat orang yang selalu berhasil mencapai target maupun impian2nya. Sukses juga bisa berarti buat mereka yang belum berhasil. Tergantung bagaimana kita menyikapi setiap peristiwa

Sukses adalah sebuah kepastian, bagi mereka yang selalu bersyukur. Tapi seberapa siap kita menjalani kesuksesan? Di situlah letak perbedaannya. Siapkah kita ketika dalam situasi sukses yang kita impikan?

Seberapa besar, kuat dan kokohnya gelas hidup kita menerima berkah dan kesuksesan yang dititipkan Allah SWT, akan menentukan seberapa berartinya kesuksesan itu buat diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita.

Semoga kesehatan selalu menyertai para mentor, upline, sponsor, partner dan keluarga semuanya. Semoga tahun depan akan semakin banyak impian yang tercapai dan membawa berkah. Aamiin YRA

Negarawan Muda

Negarawan Muda


Kemah Negarawan Muda

Berlangsung di Depok, kegiatan Kemah Negarawan Muda menyertakan lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari berbagai siswa tingkat SMU dan yang sederajat se-Jabodetabek. Kegiatan yang digagas oleh relawan turun tangan bekerja sama dengan KAHMI dan FASTA (Forum Alumni Siswa Pencinta Alam Jakarta) itu terselenggara sejak 18-21 Desember 2018.

Pada kegiatan tsb saya -mewakili FASTA- mendapat kesempatan menyampaikan materi tentang Wawasan Lingkungan kepada para peserta yang di luar dugaan saya, sangat antusias mengikuti kegiatan tsb. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan memberikan kontribusi bagi pendidikan cinta alam dan negeri bagi para generasi muda penerus bangsa yang memiliki wawasan dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

Monday, December 17, 2018

Retired Plan


Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja menyebutkan, sebanyak 90 persen pekerja Indonesia mengaku tak siap memasuki usia pensiun secara finansial. Data OJK juga menyebutkan bahwa 93 persen pekerja formal di Indonesia belum memiliki bayangan tentang bagaimana rencana selepas masuk masa pensiun
Dalam buku “Wealth Management”., Ubaidilah Nugraha mengutip bahwa berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, 50% manula masih harus bekerja setelah menjalani masa pensiun. Hal tsb terjadi akibat Perencanaan Pensiun yang baru dimulai setelah usia 40 tahun atau ketika mendekati masa pensiun.
Jika Anda sudah berkeluarga, seharusnya dana pensiun dirundingkan dan dipersiapkan bersama dengan pasangan. Sayangnya 2 dari 3 pasangan rumah tangga, ternyata tidak pernah membicarakan persiapan dana pensiunnya. Baik karena merasa tidak nyaman atau sekedar merasa tidak perlu membicarakannya. Nyatanya ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan memang lebih efektif jika dikerjakan bersama pasangan.
Pernahkah anda mengetahui, sebuah keluarga yang telah lama memasuki pensiun dan mempunyai banyak aset seperti properti, tanah dll, dapat dipastikan diatas 10 tahun usia pensiun sudah menjual aset berupa tanah, properti maupun aset lainnya. Mengapa ini terjadi? Karena banyak keluarga tidak menyiapkan dengan matang dana pensiunnya, kalaupun ada disiapkan dalam bentuk yang tidak likuid.
Bagi seorang karyawan yang saat ini sudah berusia 45 tahun, dengan masa kerja 20 tahun dan pendapatan per bulannya Rp 15.000.000,-, maka uang pensiun yang akan didapatkannya saat ybs berusia 55 tahun, sesuai UU No. 13 th 2003 tentang Ketenagakerjaan, besarnya adalah sekitar Rp 350.000.000,-. Kira-kira kalau ybs memiliki kebutuhan hidup Rp 7.000.000/ bulan saat pensiun nanti, maka uang pensiun yang dimilikinya hanya akan bertahan selama 4 (empat) tahun saja!
Bagi mereka yang beruntung masih memiliki tabungan / aset, tetap memiliki masalah karena asetnya tidak likuid. Masalah terbesar di Indonesia dalam masa pensiun adalah masalah likuiditas. Pasangan keluarga Indonesia senang sekali membeli property ataupun tanah. Apalagi bagi pasangan “tradisional” dari asal daerah tertentu, rata – rata terpaksa menjual aset nya untuk menutupi biaya hidup baik di saat pensiun ataupun ingin “menikmati hidup”. 
Berdasarkan perhitungan sistem perencanaan keuangan Allianz, apabila seseorang dengan usia 45 tahun dan tabungan saat ini Rp 20 juta, rutin menabung sebesar Rp 3 juta / bulan dan menginginkan tetap mendapatkan pendapatan Rp 7 juta / bulan hingga usia yang diharapkan yaitu 85 tahun (31 tahun kemudian), maka dana pensiun yang diperlukan adalah sebesar Rp 2,32 milyar. Dengan tabungan selama ia bekerja, maka masih memiliki kekurangan Rp 1,79 milyar.
Perhitungan dana tersebut belum termasuk biaya yang diperlukan apabila ybs sakit, atau pasangan dan anak-anaknya mengalami sakit ataupun risiko kehidupan lainnya. Lalu bagaimana solusinya? Silakan hadir dalam pertemuan Business Talk yang diadakan di berbagai kota terdekat dengan tempat tinggal / kerja anda di Indonesia, atau silakan hubungi sponsor Anda. *Rudi Nurcahyo/Partner No. 00934563/No.HP/WA: 0811 984 684*.   

Continuity Salary


“Hore...! Aku dapat promosi. Gajiku naik 15%!”. Untuk ke sekian kalinya saya mendapat penilaian Above Expectation (di atas rata-rata), selama karir ku di perusahaan multi national ini. Gaji merupakan salah satu daya tarik utama bagi sebagian besar karyawan. Baik itu karyawan level operator/ staff, maupun di level managerial bahkan komisaris sekalipun. 

Gaji bahkan diibaratkan sebagai gula2 bagi “semut2” karyawan utk kemudian memilih ingin bekerja dan berkarir di sebuah perusahaan. Secara umum, semakin besar perusahaan memberikan imbal gaji bagi karyawannya, maka semakin banyak pula karyawan/ pekerja berprestasi yg akan melamar dan berminat utk menjadi karyawannya. Mungkin utk sebagian orang, karir merupakan daya tarik lebih utama. Tapi pada akhirnya seseorang akan tetap mempertimbangkan seberapa besar kita dihargai dan diapresiasi oleh Perusahaan atas karir dan pencapaian kita untuk sebuah prestasi dan kontribusi dalam Perusahaan.

Kenaikan gaji (pendapatan) setiap karyawan akan selalu dievaluasi setiap tahunnya. Dan sesuai peraturan perundangan yang berlaku, pendapatan minimal seorang karyawan tidak boleh kurang dari UMR/P (Upah Minimum Regional/ Propinsi). Dapatkan seseorang karyawan mendapatkan kenaikan lebih dari kenaikan UMR? Tentu saja dapat. Tapi apakah sudah bisa dipastikan naik? Tentu tergantung prestasi / kontribusi setiap karyawan. Kalaupun prestasi dan kontribusinya sudah baik, kembali lagi tergantung dari Perusahaan tempat ybs bekerja, apakah memang perusahaannya mendapatkan keuntungan atau tidak? Kalaupun mendapatkan keuntungan, masih perlu ditanyakan, apakah ada keinginan dari para pemilik perusahaan (owner), apakah mau diberikan kepada Karyawan atau tidak?

Adalah hal yg wajar, seseorang dibayar oleh Perusahaan atas imbal jasanya sesuai posisi dan prestasinya di Perusahaan dengan sejumlah uang, atau lebih dikenal dengan gaji/ honor.  Gaji dibayarkan oleh Perusahaan kepada karyawannya apabila yang bersangkutan melakukan pekerjaannya. Sebaliknya, Perusahaan tidak akan membayar gaji, apabika pekerja/ karyawan tsb tidak melakukan tugas dan pekerjaannya. Dalam istilah ketenagakerjaan, dikenal dengan istilah no work no pay.

Menjadi partnernya Allianz apakah berlaku no work no pay?. Nah., di sini menariknya! Ternyata pendapatan (komisi) yang kita terima untuk sebuah imbal jasa atas pembelian setiap polis dari nasabah kita, Allianz memberikan komisi selama 5 (lima) tahun! Artinya andaikan setelah seseorang membeli polis dari kita sebagai partner Allianz dan setelah itu ternyata kita tidak menjalankan lagi bisnisnya, Allianz tetap akan membayarkan komisi kita selama kontinue 5 tahun, sepanjang nasabah tsb tetap membayarkan preminya secara teratur dan polis tetap berlaku (tidak laps).  Bahkan kita bisa mengatur sendiri berapa besar pendapatan yang bisa kita raih, setiap bulannya. Semakin besar omzet yang kita dapatkan, semakin besar pula pendapatan yang kita terima. Setiap bulan kita bisa mendapatkan kenaikan pendapatan dan tidak harus menunggu setiap tahun, baru mendapatkan kenaikan. Bahkan kita bisa mengatur sendiri berapa persen kenaikan pendapatan kita. Tidak tergantung atasan/ pimpinan bahkan tidak tergantung kinerja Perusahaan

Luar biasanya lagi, komisi yang akan diterima partner Allianz tidak hanya kontinue, tetapi juga stabil. Kalau pendapatan untuk bisnis konvensional, setiap kali omzet naik, kita baru akan mendapatkan pendapatan yang bertambah. Tapi kalau sebaliknya, omzet turun, pendapatan tentu akan turun. Apalagi kalau tidak ada omzet, dalam bisnis konvensional, kita tidak akan mendapatkan income (pendapatan). Nah, di mana sisi stabil yang dimaksud bagi pendapatan seorang partner Allianz?

Ternyata bagi seorang partner Allianz, pendapatan yang diterima tidak hanya naik saat omzet nya naik, tetapi ketika omzetnya turun, pendapatan tetap naik. Bahkan apabila tidak ada omzet, pendapatan seorang partner Allianz akan tetap stabil. Sehingga sebagai Business Partner Allianz, akan mendapatkan keistimewaan pendapatan sebagai berikut;
1. Kontinue
2. Bisa naik setiap bulan
3. Bisa mengatur persentase kenaikan pendapatan setiap waktu
4. Bisa mengatur sendiri besarnya pendapatan yang diinginkan
5. Tidak tergantung atasan / pimpinan
6. Tidak tergantung kinerja Perusahaan 
7. Stabil

Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah ada lagi keistimewaan pendapatan sebagai Business Partner Allianz? Silakan dapatkan dalam tulisan lain berikut ini atau hadir dalam pertemuan Business Talk yang diadakan di berbagai kota terdekat dengan tempat tinggal / kerja anda di Indonesia, atau silakan hubungi sponsor Anda. *Rudi Nurcahyo/Partner No. 00934563/No.HP/WA: 0811 984 684*

Sunday, December 9, 2018

LIVE TODAY -the story of hope-


Live and Love at Live Today 9 December 2018 for better Life tomorrow and the future