Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja menyebutkan, sebanyak 90 persen pekerja Indonesia mengaku tak siap memasuki usia pensiun secara finansial. Data OJK juga menyebutkan bahwa 93 persen pekerja formal di Indonesia belum memiliki bayangan tentang bagaimana rencana selepas masuk masa pensiun
Dalam buku “Wealth Management”., Ubaidilah Nugraha mengutip bahwa berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, 50% manula masih harus bekerja setelah menjalani masa pensiun. Hal tsb terjadi akibat Perencanaan Pensiun yang baru dimulai setelah usia 40 tahun atau ketika mendekati masa pensiun.
Jika Anda sudah berkeluarga, seharusnya dana pensiun dirundingkan dan dipersiapkan bersama dengan pasangan. Sayangnya 2 dari 3 pasangan rumah tangga, ternyata tidak pernah membicarakan persiapan dana pensiunnya. Baik karena merasa tidak nyaman atau sekedar merasa tidak perlu membicarakannya. Nyatanya ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan memang lebih efektif jika dikerjakan bersama pasangan.
Pernahkah anda mengetahui, sebuah keluarga yang telah lama memasuki pensiun dan mempunyai banyak aset seperti properti, tanah dll, dapat dipastikan diatas 10 tahun usia pensiun sudah menjual aset berupa tanah, properti maupun aset lainnya. Mengapa ini terjadi? Karena banyak keluarga tidak menyiapkan dengan matang dana pensiunnya, kalaupun ada disiapkan dalam bentuk yang tidak likuid.
Bagi seorang karyawan yang saat ini sudah berusia 45 tahun, dengan masa kerja 20 tahun dan pendapatan per bulannya Rp 15.000.000,-, maka uang pensiun yang akan didapatkannya saat ybs berusia 55 tahun, sesuai UU No. 13 th 2003 tentang Ketenagakerjaan, besarnya adalah sekitar Rp 350.000.000,-. Kira-kira kalau ybs memiliki kebutuhan hidup Rp 7.000.000/ bulan saat pensiun nanti, maka uang pensiun yang dimilikinya hanya akan bertahan selama 4 (empat) tahun saja!
Bagi mereka yang beruntung masih memiliki tabungan / aset, tetap memiliki masalah karena asetnya tidak likuid. Masalah terbesar di Indonesia dalam masa pensiun adalah masalah likuiditas. Pasangan keluarga Indonesia senang sekali membeli property ataupun tanah. Apalagi bagi pasangan “tradisional” dari asal daerah tertentu, rata – rata terpaksa menjual aset nya untuk menutupi biaya hidup baik di saat pensiun ataupun ingin “menikmati hidup”.
Berdasarkan perhitungan sistem perencanaan keuangan Allianz, apabila seseorang dengan usia 45 tahun dan tabungan saat ini Rp 20 juta, rutin menabung sebesar Rp 3 juta / bulan dan menginginkan tetap mendapatkan pendapatan Rp 7 juta / bulan hingga usia yang diharapkan yaitu 85 tahun (31 tahun kemudian), maka dana pensiun yang diperlukan adalah sebesar Rp 2,32 milyar. Dengan tabungan selama ia bekerja, maka masih memiliki kekurangan Rp 1,79 milyar.
Perhitungan dana tersebut belum termasuk biaya yang diperlukan apabila ybs sakit, atau pasangan dan anak-anaknya mengalami sakit ataupun risiko kehidupan lainnya. Lalu bagaimana solusinya? Silakan hadir dalam pertemuan Business Talk yang diadakan di berbagai kota terdekat dengan tempat tinggal / kerja anda di Indonesia, atau silakan hubungi sponsor Anda. *Rudi Nurcahyo/Partner No. 00934563/No.HP/WA: 0811 984 684*.

No comments:
Post a Comment